Thursday, December 8, 2016

Room, Ruanganmu Duniamu [Review Room (2015)]


IMDb : 8,2
Rotten Tomatoes : 94%
Forum Gue : 4,5/5

Directed by : Lenny Abrahamson
Writers : Emma Donoghue (Screenplay), Emma Donoghue (Novel)
Cast :  Brie Larson, Jacob Tremblay, Sean Bridgers


SINOPSIS
Joy Newman, seorang ibu satu anak secara misterius terjebak dalam sebuah ruangan, mereka berdua harus menjalani hidup dalam kesempitan dan segala keterbatasan.


REVIEW
                Brie larson menjadi salah satu aktris favorit saya, setelah saya cukup kepincut dengan peranya di film 12 short term limited. Aktingnya yang terkesan sederhana, tidak dibuat-buat, tetapi tetap ngena membuat saya lanjut nonton film-filmnya yang lain, termasuk Room.
                Room merupakan film keluaran tahun 2015 yang menceritakan seorang Joy Newman (Brie Larson) dan anaknya yang terkurung, hidup terisolasi dalam suatu ruangan. Di awal film masih tidak jelas digambarkan bagaimana si Joy Newman dan anaknya ini terkurung dalam ruangan ini. Dalam seperempat film ini menggambarkan kehidupan sehari-hari mereka berdua yang terbilang cukup menyenangkan walaupun hanya di dalam sebuah ruangan yang sempit. Setelah itu baru dijelaskan gimana sih dua orang ini bisa terkurung di ruangan tersebut, yang menurut saya cukup menarik.
                Joy Newman adalah korban dari pemerkosaan dan penyekapan oleh Old Nick (i more like that name) yang diperankan oleh Sean Bridgers saat umurnya 17 tahun. Joy disekap di dalam gudang hingga melahirkan seorang anak, Jack (Jacob Tremblay). Jack sejak kecil berada dalam gudang tersebut, dia tidak tahu apapun tengatang dunia diluar gudang itu. Dia bahkan menganggap bahwa dunia adalah gudang tersebut. Hal-hal diluar gudang Jack anggap sebagai luar angkasa, alien and another spacy think. Bahkan acara TV jack anggap sebagai sesuatu yang tidak nyata. Namun, seiring berjalanya waktu si Joy ini pasti nggak betah lama-lama, dan ingin kembali kehidupan yang normal. Mungkin dia memikirkan Jack, apakah Jack akan menghabiskan masa kecilnya di ruangan yang sempit, dikekang, dan terisolasi. Joy mempunyai rencana untuk kabur dari ruangan tersebut, wich is dengan bantuan Jack (atau hitunganya Jack yang kabur sih). Namun  Jack yang percaya bahwa dunia di luar ruangan itu tidak ada, tidak mudah diyakinkan oleh Joy untuk bisa melancarkan rencana kabur itu. Di sini bagian yang saya cukup suka, saat Joy mencoba menjelaskan Jack tentang dunia luar, benar-benar terasa gimana si Jack ini nggak tahu dunia luar. Dan di sini saya baru benar-benar ngeh rasanya jadi Jack, bayangin Jack lahir di gudang itu dan dia hanya tahu hal-hal yang ada di ruangan itu dan hal-hal yang dijelaskan oleh Joy. So, it is hard for Jack to understand. Tapi, karena Joy benar-benar meyakinkan Jack, rencana kaburpun berhasil. Dan momen kabur ini mungkin the best moment that this movie ever had.
                So, Room merupakan film yang menurut saya mempunyai konsep tema cukup menarik. Alur cerita ini cukup rapih, walaupun saya agak kebingungan apa alasan dari Joy yang setelah keluar dari gudang itu malah menjadi kurang bahagia, bahkan depresi. Kalau dari yang saya lihat, sepertinya Joy  marah terhadap kedua orang tuanya yang bercerai, ibunya yang menikah lagi, dan ayahnya yang tidak menerima kehadiran Jack.
                This movie is really interesting anyway, menghadirkan unsur konflik yang berbagai macam yang membuat saya nyaman duduk nonton film ini. But, it’s just my opinion, wild opinion actually, gimana kalau cerita ini dimulai dari hari saat Joy diperkosa, it is more interesting right? Bayangin saat hari pertama dia diperkosa, disekap digudang. Kita bisa melihat bagaimana Joy beradaptasi di ruangan itu, mulai hamil, dan melahirkan Jack. Membesarkan Jack dari tahun ke tahun. In my wildest dream, haha it would be so interesting.
                Well, film ini recommended banget buat kalian. Room menyajikan konsep cerita yang menarik, dengan drama yang bisa buat kalian anteng nonton di depan layar.



🔺  4,5/5 OUT!  🔺


No comments:

Post a Comment