Friday, June 17, 2016

Gone Girl (REVIEW)







IMDb : 8,1/10
Rotten Tomatoes : 88%
Forum Gue : 4,5/5



Oke, we gonna talk about one of my favorite movie. Yes, Gone Girl. Film tahun 2014, yang di sutradarai David Fincher ini berhasil membuat saya jatuh cinta. Film bergenre psycological thriller ini menceritakan tentang Nick Dunne, yang diperankan oleh Ben Afleck yang kehilangan istrinya, Amy Dunne yang diperankan oleh Rosamund Pike secara misterius. 
Saat kita nonton dari film ini sendiri, yang kita tahu cuman, oh ini cerita tentang seorang istri yang hilang. Gambaran dari trailer yah cuman ngasih gambarang kayak gitu. But, kalau kalian sudah nonton filmnya pasti kita kerasa di follish sama si trailer sendiri. Karena ternyata si Amy ini tidak hilang, diculik, tetapi dia menghilangkan dirinya sendiri. 
Pertama sih film ini ngegiring opini saya, oh si Nick ini emang bajingan (sorry) model suami pengangguran yang nggak tanggung jawab. Walaupun sebelumnya memang si Nick cukup bertanggung jawab, bahka si Amy mengakui bahwa Nick bisa memberikan keindahan di pernikahanya yang berumur 2 tahun. Namun, pusat permasalahanya di sini, Nick tiba-tiba dipecat, orang tua Amy dipecat dari penerbitnya dan Amy meminjamkan dana perwalianya untuk orang tuaya. Menurut saya sih pusat permasalahnya dari sini, Amy tidak membicarakan terlebih dahulu tentang peminjaman uang tersebut. After that, the problems come out. Keluarga satu ini krisis, Nick become sosok bajingan yang saya bicarakan tadi, dan Amy become poor woman yang kesanya lemah tak berdaya haha. Semakin lama si Nick tambah bajingan lagi, dan si Amy yang udah nggak kuat ngejalanin rumah tangganya sendiri membuat sebuah rencana, that i'll call suicide plan yang menurut saya, ini bener-bener yang membuat film ini sendiri menarik untuk ditonton.


THE GOOD SIDE

The good side dari film ini kerapihan dalam penyusunan ceritanya. Banyak sekali flsahback di film ini, tetapi David Fincher sendiri bisa kok buat film ini tetap nyaman di tonton dan nggak buat penonton bingung dengan alur filmnya. 
Kemudian banyaknya konflik. Film ini bukan film picisan yang konfliknya sederhana. Film ini dibangun dengan banyaknya konflik dari masalah utama Nick dengan Amy, kemudian Nick dengan Argo (his sister), Amy dengan mantan-mantanya dan suicide planning nya si Amy. Dengan konflik yang banyak ini penonton nggak dibuat bosen duduk nonton film ini selama dua jam setengah. 
The suicide plan, ini bener-bener yang buat film ini wajib untuk ditonton. Kalian bisa kok faham dengan gamblang gimana sih sebenernya planningnya si Amy ini untuk memfitnah si Nick. Mulai dari treasure hunting, sumpah menurut saya ini bener-bener keren. Di awal film kita disuguhkan dengan cerita yang kita pikir biasa, tapi ternyata salah. Film ini emang great psycological thriller.
Si Amy sendiri juga yang buat saya jatuh cinta dengan film ini, dia merupakan sosok wanita bajingan yang psycho dan keren. Terlalu berlebihan? Nope! Saya benar-benar suka karakter Amy sendiri ini. Rosamund Pike benar-benar berhasil memerankan sosok Amy yang dari luar anggung tapi bajingan di dalamnya. Karakter Amy sendiri sangat saya sukai saat dia bertemu dengan Desi Collings yang diperankan oleh Neil Patrick Harris. Amy bisa menipu si Desi ini, dan memfitnah si Desi atas tuduhan pemerkosaan dengan sangat rapi. Specchless kalo udah ngomongin si Amy ini.
Dan pastinya TWIST. Twist is the biggest reason why this film is outstanding! Twist di film ini memang keren, dan nggak cuman satu twist yang ada di film ini, ada beberapa twist di film ini yang membuat film ini tambah keren.


THE BAD SIDE

Evey movie has bad side to right? menurut saya tetep kok Gone Girl ini punya beberapa kekurangan. Pertama yaitu adanya pointless scene, yaitu saat Ayah Nick Dunne tertangkap polisi. Enggak terlalu ngeh juga, scene ini fungsinya apa untuk pembangunan cerita sendiri. Apa mungkin nunjukin kalo si Ayah ini nggak waras ato gimana? Ada scene dimana si Argo mengatakan bahwa ayah Nick ini bukan sosok Ayah yang baik, apakah scene ini juga ada kaitanya dengan penangkapan ayah Nick oleh polisi karena keliaran nggak jelas? Really i still dont get it!
Kemudian saya nggak terlalu suka dengan bicarnya si Amy, ya walapun saya suka banget dengan karakter ini, tapi the way she talk ini lho yang buat saya jengkel. Kesanya seperti terlalu dibuat-buat, dan sounds like Cate Blanchet saat dia berperan di film Curious Case Of Benjamin Button (i'll review it later)
Dan jujur, saya gagal faham dengan kerjanya si FBI. Masa sih kasus segede itu nggak ditanganin secara mendalam dan hanya dengan mengintrogasi si Amy. Setidaknya lah ya, si FBI ini menanyakan kasus ini kepada Detektif Rhonda, seperti apa kasusnya atau bla bla bla. Tapi nggak sama sekali. But, hal itu sebenarnya yang film ini menarik, dan membuat ending film ini ngeselin!
OVERVIEW

Actually, film ini berdasarkan novel yang berjudul sama oleh Gillian Flynn yang menjadi New York Time Best Seller List. Jujur saya belum baca novelnya, dan walhasil nggak bisa ngebandingin dengan filmnya. Banyak hal yang menarik dari film ini, mulai dari alur cerita, konflik hingga karakter. Amanat? Mmm, Nothing is perfect, yap nggak ada yang sempurna bahkan jika itu pernikahan dua orang yang saling mencintai dengan momen-momen indah di setiap harinya. Saya juga tertarik dengan bagaimana media bisa mempengaruhi masyarakat, dan menggiring opini masyarakat. Film ini sebenarnya bisa menyangkut banyak sudut pandang mulai dari percintaan, kekeluargaan, hingga sosial. Recommended banget buat kalian yang suka film mistery, psycological trailer.
- 4,5/5 -






Are you agree with my opinion? Let's disscus it below, in comment section. 

No comments:

Post a Comment